Select Menu
Select Menu

Favourite

Jawa Timur

Wisata

Culture

Transportasi Tradisional

Rumah Adat

Bali

Pantai

Seni Budaya

Kuliner

Humor Indonesia - Tersebutlah Pasangan suami-istri. Sang suami Batak, dan sang istri Jawa. Mereka sedang dalam honeymoon setelah menikah sehari sebelumnya...

(Baca dengan dialek Batak...)
Suami : "DEK...AYOLAAAH..!!"
istri : "Aduuh bang...aku lagi datang bulaan.."
Suami : "YA SUDAHLAH...PANT** KAO PUN JADILAH!!"
iSTRI : "Aduh baang...aku lagi ambeien.."
Suami : (kesal) "SEMPAT KAO BILANG SARIAWAN KUTAMPAR KAO!!!"



Humor Indonesia -Suatu hari, gue membaca sebuah blog milik seorang teman wanita yang menikah dengan orang Prancis kalau nggak salah.

Mereka kemudian tinggal di New York untuk beberapa tahun.

Suatu hari, si suami nguping pembicaraan istrinya yg lagi ngobrol dengan temen Indonesianya lewat telfon.

Usai nelfon, si Istri ditanya oleh suaminya yang bule

“What is the meaning of ‘Siih’, ‘Lhooo’, ‘Waaah’ and ‘Dooong’ ?”



Si Istri ketawa dan menjawab “Itu semua nggak ada artinya”

“Lalu kenapa dipake kalau ga ada artinya?”

Istrinya menjawab balik, “Itu penekanan ajaa”

“Ooohh…” lanjut si bule.. kemudian dia tiba tiba berkata

“I love you… dong?”

HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHA

….

Kadang kadang, ada beberapa hal yang susah untuk dijelaskan kepada bule.

Ada pertanyaan dari mereka yang entah kenapa susah untuk kita jawab.

Contoh, berikut adalah beberapa pertanyaan dari bule yang ga bisa gue jawab

“Why do Indonesians eat ‘Torpedo’ ??”

“What is Kualat?”

NAAAAAAAAAAAAAH

Kemarin malam gue nanya sama pendengar gue (Hardockers) ketika siaran di Provocative Proactive (Kamis malam jam 20.00)

Dan berhasil mengumpulkan TOP TEN PERTANYAAN DARI BULE YANG SUSAH DIJAWAB.

10. “Why is everybody in a hurry??”

Ditanya seorang bule ketika dia liat mobil mobil pada nyalip lewat bahu jalan tol

9. “Why do you still live with ur parents?”

Ditanya seorang bule kepada seorang wanita 25 tahun. Nampaknya si bule membandingkan dengan tempat tinggalnya di Amerika

8. “Can you teach me how to say R?”

Maksudnya R-nya Indonesia. Hehehehe

7. “Why do you call me BULE?”

6. “What is Ojek in english?”

5. “Is this Kampong?”

Ditanya oleh bule yang terkejut dibawa lewat jalan tikus

4. “Why are we not moving”

Ditanya sama bule yang lagi naik angkot. Yang ditanya mau jawab ngetem tapi ga tau bahasa inggrisnya ngetem apa…

3. “Why would anyone in the world would give its son’s name booty man(budiman)?”

2.”What’s the difference between ‘Ya iyalaah’ and ‘Ya iya dooong?”

1. “What are you eating?”

Masalahnya yang ditanya lagi makan otak otak… bingung deh dia jawabnya.. masak dijawab BRAIN BRAIN?

HAHAHAHAHAHAHAHA

Humor Indonesia -Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa
Indonesia yang paling ditakuti telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang
seperti harimau kelaparan.

Murid-murid: Selamat pagi, Bu Guru!
Bu Guru (dengan suara melengking): Mengapa bilang selamat pagi saja, Kalau
begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?

Murid-murid: Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru...
Bu guru: Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat
seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, kan lebih bagus didengar dan
penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.

Murid-murid: Selamat sejahtera Bu Guru!
Bu guru: Sama-sama, duduk! Dengar baik-baik!! Hari ini saya mau menguji
kalian semua tentang lawan kata atau antonim kata. Kalau saya sebutkan
perkataannya, kamu semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya,
mengerti?

Murid-murid: Mengerti Bu Guru...

Guru: Pandai!
Murid-murid: Bodoh!

Guru: Tinggi!
Murid-murid: Rendah!

Guru: Jauh!
Murid-murid: Dekat!

Guru: Berjaya!
Murid-murid: Menang!

Guru: Salah itu!
Murid-murid: Betul ini!

Guru (geram): Bodoh!
Murid-murid: Pandai!

Guru: Bukan!
Murid-murid: Ya!

Guru (mulai pusing): Oh Tuhan!
Murid-murid: Oh Hamba!

Guru: Dengar ini...
Murid-murid: Dengar itu...

Guru: Diam!!!!!
Murid-murid: Ribut!!!!!

Guru: Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!
Murid-murid: Ini adalah jawaban, pandai!!!

Guru: Mati aku!
Murid-murid: Hidup kami!

Guru: Saya rotan baru tau rasa!!
Murid-murid: Kita akar lama tak tau rasa!!

Guru: Malas aku ngajar kalian!
Murid-murid: Rajin kami belajar bu guru...

Guru: Kalian gila semua!!!
Murid-murid: Kami waras sebagian!!!

Guru: Cukup! Cukup!
Murid-murid: Kurang! Kurang!

Guru: Sudah! Sudah!
Murid-murid: Belum! belum!

Guru: Mengapa kamu semua bodoh sekali?
Murid-murid: Sebab saya seorang pandai!

Guru: Oh! Melawan, ya??!!
Murid-murid: Oh! Mengalah, tidak??!!

Guru: Kurang ajar!
Murid-murid: Cukup ajar!

Guru: Habis aku!
Murid-murid: Kekal Kamu!

Guru (putus asa): O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid-murid: K.O. Pelajaran belum mulai!

Guru: Sudah, bodoh!
Murid-murid: Belum, pandai!

Guru: Berdiri!
Murid-murid: Duduk!

Guru: Bego kalian ini!
Murid-murid: Cerdik kami itu!

Guru: Rusak!
Murid-murid: Baik!

Guru (stres): Kamu semua ditahan siang hari ini!!!
Murid-murid: Dilepaskan tengah malam itu!!!

Muka Bu Guru merah padam dan tanpa bicara lagi mengambil buku-bukunya dan
keluar ruangan. Murid-murid merasa lega kerana guru yang paling ditakuti
oleh mereka telah keluar. Walau bagaimanapun, mereka merasa bangga
karena telah dapat menjawab semua pertanyaan tadi.


Humor Indonesia - Suatu hari ada seorang nenek2 tuaaa sekali berjalan di tepi jalan raya keluar dari pasar dekat kampungnya. Karena kondisi jalan yang sepi, dengan tiba2 itu nenek nyebrang. Apesnya datang seorang pemuda mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Kontan saja pemuda itu menekan rem keras2.

Sontak pemuda itu marah "Dasar nenek2 guoblookk!! nyebrang ga liat2!!"

Karena kaget mau ditabrak dan dibentak nenek itu pun marah

"Yang GUUUOBLOKnya bukan main itu kamu!! masak nabrak nenek2 aja ga kena??!!!!"


Humor Indonesia - Seorang bapak berencana membeli seekor ayam yang kebetulan penjualnya seorang ibu.
Bapak : "Bu, ada ayam dari Madura nggak?".
Ibu : (diambilnya ayam yg berwarna merah sambil bepikir bapak ini ada-ada saja) "nih, ayam Madura".
Sambil menimbang berat ayam, si bapak menyodok pantat ayam tersebut dengan jarinya.
Bapak : "Ini ayam dari Malang bu, coba yang lainnya".
Ibu : "kalau yang ini" (sambil menyodorkan ayam warna putih).
Si bapak menyodok lagi pantat ayam warna putih dengan jarinya sambil berkata: "ini ayam dari Bandung bu".
Berkali-kali si bapak mengulang menyodok pantat ayam yang lainnya (hampir semua pantat ayam disodok oleh bapak tersebut, tapi nggak ada yg cocok).
Ibu : (sambil menggerutu): "Bapak ini mau beli ayam nggak?".
Bapak : "Benar Bu, tapi yang dari Madura. Coba itu yg warna Hitam".
Ibu : (sambil menyodorkan ayam yang warna hitam)"ini yg terakhir".
Setelah menyodok pantat ayam hitam tersebut, si bapak berkata, "Ini baru ayam dari Madura. Berapa harganya?".
Ibu (masih marah): "Rp.75.000,-". (Padahal biasanya harganya cuma Rp.25.000/ekor).

Bapak (sambil menyerahkan uang Rp.100.000,-): "Bu, kalau jualan jangan suka marah. Nanti nggak punya langganan lho...., eh..... ngomong-ngomong Ibu asal mana, Semarang ya?".

Ibu : (masih marah) "Bukan..., Lihat aja sendiri........"
(Sambil menyodorkan pantatnya agar disodok oleh bapak itu).


Ada Ada Saja -Kakek Bedul berjalan kaki ke pasar. Untuk menyingkat waktu, dia tidak menggunakan jembatan penyeberangan orang, melainkan memilih menyeberang jalan.

Sewaktu dia mau menyeberang tiba tiba ada sebuah metromini nyelonong. Sopirnya marah-marah, “Eh kalau nyeberang jalan pake mata dong! Untung saja pengalaman aku sudah 10 tahun pegang setir, kalo kagak pasti ketabrak lu!”

Kakek Bedul tak mau kalah. “Eh.. ngomong yang bener, baru 10 tahun saja pegang setir udah sombong. Gue nih udah 25 tahun pengalaman nyeberang jalan kagak sombong.”


Ada Ada Saja -CEPLIS bangun kesiangan setelah semalaman nonton film di televisi. Dia pun berangkat ke sekolah dengan tergesa-gesa. Di perjalanan, Ceplis baru ingat bahwa dia belum mengerjakan PR matematika.

Saat Ceplis tiba di kelasnya, pelajaran matematika baru saja dimulai. "Ceplis, kenapa kamu terlambat?" tegur bu guru dengan nada tinggi.

"Maaf, Bu. Saya ditodong seorang pria di perjalanan," jawab Ceplis sekenanya.

"Oooh, kamu nggak apa-apa, Ceplis?" kata bu guru yang dengan suara yang melunak. "Apa, yang diambil penodong itu? Uang jajanmu ya?" tanyanya.

"Nggak apa-apa, Bu. Uang jajan saya juga masih utuh. Penodong itu cuma... mengambil buku PR saya."


Ada Ada Saja -Akhir-akhir ini kampung Bedul sering mengalami gangguan aliran listrik. Sehari bisa terjadi tiga kali pemadaman. Bahkan, yang menjengkelkan warga, waktu pemadamannya bisa berjam-jam.

Bedul pun memelopori warga untuk demo di kantor perusahaan listrik. Direktur perusahaan listrik menyanggupi untuk meniadakan pemadaman bergilir. Sebagai bukti dipasanglah iklan besar di media massa. "Mulai hari ini PEMADAMAN LISTRIK BERGILIR ditiadakan, diganti dengan PENYALAAN LISTRIK BERGILIR."
Ada Ada Saja -Paman Bedul adalah seorang anggota polisi. Malam itu dia kebagian piket. Seorang anak tiba-tiba menghubunginya. "Hallo Pak polisi? Saya mau minta tolong, ayah saya sedang dikeroyok oleh 4 orang preman," kata suara disebrang sana.

Paman Bedul bertanya: "Sudah berapa lama, Dik?" Anak itu menjawab : "Sejak 30 menit yang lalu, Pak."

Mendengar itu Paman Bedul bertanya lagi: "Lho?? Kenapa baru telepon sekarang??" Jawaban anak itu: "Soalnya sampai 25 menit yang lalu ayah saya masih unggul Pak."
Ada Ada Saja -Teman Bedul seorang pelupa. Pertama dia ditilang karena gak bawa STNK. Beberapa hari kemudian ditilang lagi karena gak bawa SIM. Terakhir, oleh polisi yang sama, teman Bedul ditilang karena gak pakai helm.

“Kamu lagi kamu lagi, kalau pelupa jangan bawa motor, jalan kaki saja,” katanya. Beberapa hari kemudian teman Bedul lewat ke jalan itu lagi sambil membawa surat-surat lengkap yakni STNK, SIM dan helm.

Kali ini teman Bedul heran karena polisi itu cuma senyum. Penasaran akhirnya dia bertanya. “Mengapa Pak kok gak memeriksa saya,” tanya teman Bedul. “Buat apa, kan kamu gak pakai motor.”
Ada Ada Saja -Bedul jalan-jalan ke pasar. Ketika sampai pada seorang pedagang, dia melihat orang berkerubung menyaksikan pedagang yang tengah mempromosikan barang dagangannya.

"Beli satu dapat dua, beli satu dapat dua," teriak pedagang.

Bedul penasaran. Akhirnya dia mendekat pada pedagang lalu bertanya. "Apa sih barangnya bang."

Sepatu, sambil menunjuk sepasang sepatu."